Jumat, 30 April 2010

Memilih Jeruk yang Paling Juicy

Mudah ditemukan, kaya nutrisi, dan rasanya enak. Itulah yang menyebabkan jeruk menjadi favorit siapa saja.

Kita bisa menemukan jeruk dengan rasa yang berbeda-beda; manis, pahit, atau asam. Anda hanya perlu mengetahui jenisnya, bila tidak menginginkan jeruk yang terlalu asam. Jeruk yang manis, biasanya lebih wangi. Jeruk seperti ini cocok untuk dimakan sebagai kudapan atau sebagai jus.

Kita juga mengenal beragam jenis jeruk lain seperti Mandarin (kulitnya tebal dan tidak mulus), jeruk keprok (tangerine), jeruk clementine (mirip jeruk keprok, tapi tidak berbiji), jeruk Sunkist, hingga jeruk ponkam (yang dibungkus plastik satu-persatu) dan jeruk kingkit (atau jeruk kimkit, atau jeruk ranti), yang dikenal sebagai jeruk imlek.

Di China, warna jeruk yang keemasan dapat dimaknai sebagai lambang kemujuran. Saat tahun baru China, masyarakat biasanya membeli jeruk dalam kardus yang diberikan untuk mengekspresikan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Manfaat gizi

Anda tentu sudah tahu bahwa jeruk kaya akan vitamin C dan kandungan flavonoids. Sebuah jeruk (130 gram) mampu memenuhi 100 persen kebutuhan harian akan vitamin C. Jeruk juga menyediakan asupan serat yang baik. Lapisan berwarna putih yang berada di bagian dalam kulitnya juga dianjurkan untuk dimakan, karena mengandung jumlah bioflavonoids yang tinggi, dan dianggap sebagai obat antikanker.

Yang belum banyak diketahui orang, jeruk ternyata juga merupakan sumber vitamin A, B, asam amino, beta karoten, pectin, potassium, asam folat, kalsium, yodium, fosfor, sodium, seng, mangaan, klorin, dan zat besi.

Saat membeli jeruk, pilih yang keras dan berat untuk ukurannya, karena hal ini menunjukkan jeruk tersebut penuh dengan sari buahnya. Jeruk yang lebih ringan biasanya memiliki kulit yang lebih banyak, dan dagingnya lebih kering sehingga tidak mengandung cukup sari buah.

Untuk mendapatkan lebih banyak sari buah, peras jeruk ketika buah berada dalam suhu ruangan. Putar jeruk di bawah telapak tangan, di atas permukaan yang rata, sehingga dapat membantu mengekstrak lebih banyak sarinya.

Segera makan buah jeruk, atau minum sari buahnya begitu diperas atau dibuka kulitnya. Sebab, vitamin C mudah hancur ketika terpapar udara. Juga, sebaiknya segera menghabiskan jeruk yang sudah dibeli, agar jeruk tetap dalam kondisinya yang terbaik, dan Anda mendapatkan gizinya secara optimal. Jeruk dapat disimpan dalam suhu ruangan maksimal dua minggu, atau simpan di dalam lemari es dalam jarak renggang-renggang. Jeruk lebih baik tidak dibungkus, untuk mencegahnya menjadi lembap.

Sama seperti makanan lainnya, jeruk akan bermanfaat bila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup. Makan jeruk berlebihan dapat melarutkan kalsium dari sistem tubuh kita, yang menyebabkan kerusakan pada tulang dan gigi.

Selain itu, sebaiknya tidak memakan kulit jeruknya (siapa tahu, kan?), karena kulit jeruk mengandung sejumlah minyak yang mungkin akan berlawanan dengan pengaruh vitamin A.

Sumber: Juicing for Health

Tidak ada komentar:

Posting Komentar